Showing posts with label Film panas Indonesia. Show all posts
Showing posts with label Film panas Indonesia. Show all posts

Wednesday, 24 October 2018

Nonton Film Erotis Lawas Via YouTube

Nonton Film Erotis Lawas Via YouTube

Nonton Film Erotis Lawas Via YouTube

Bagi anda yang ingin menyaksikan film Indonesia masa Lalu kini bisa dengan mudah kita saksikan di channel YouTube, segala jenis film nasional jaman dulu dengan mudah kita searching di sana, bagi anda yang ingin bernostalgia atau mengetahui bagaimana kualitas film nasional di era terdahulu juga bisa, apakah film film tersebut resmi tayang disana kita kurang mengetahui nya, karena cukup banyak akun yang ikutan menayangkannya.

Kenyataan nya Film film erotis ternyata lumayan banyak penggemar nya di channel YouTube, dengan begitu banyaknya channel yang menayangkannya, bukan main seperti kembali ke zaman kejayaan film categori dewasa di bioskop bioskop jaman dulu. 


Dengan mudahnya orang untuk akses YouTube tersebut tentu cukup berbahaya jika di akses anak yang belum cukup umur, jika zaman dahulu kita sembunyi sembunyi untuk menyaksikannya, masa kini dengan mudah tinggal klik dan langsung di saksikan via gadget . Untuk orang tua mungkin bisa sering sering mengecek gadget anaknya agar tidak kecolongan si anak sering menonton konten dewasa di jejaring internet.

Kemajuan teknologi memang seperti pisau bermata dua yang memberikan dampak positif dan negatif bagi manusia, apakah kita bisa mengendalikan dari kecanduan menonton konten hiburan di YouTube, tentu tergantung kita yang memberi batasan, menangkal secara ketat kemajuan dunia internet seperti menunda kiamat, hal yang mustahil kita lakukan. Dengan memberi pengertian dan memberi tauladan adalah hal yang bisa kita lakukan bagi keluarga dari dampak negatif kemajuan dunia internet.

Saturday, 25 August 2018

Masih Ingat Dengan Malfin Shayna

Masih Ingat Dengan Malfin Shayna

Panasnya Malfin Shayna Di Film Dewasa Jaman Dulu.
Anak sekarang mungkin tidak tahu dengan film film yang laris di tahun sembilan puluhan, masa dimana film kita di dominasi film panas luar dalem yang marak di bioskop jadul yang sedikit remang remang pintu masuknya.

Dari sekian nama artis yang bombastis di tahun 90an, tentu ingat dengan yang namanya Malfin Shayna, bukan mengingatkan masa muda anda yang mungkin sedikit kelabu karena sering diem diem ke bioskop, tapi memang nama malfin Shayna salah satu fenomenal di tahun segitu. Siapa Yang tidak ingat aksinya di film gairah malam yang berseri seri itu, atau juga jadi warkop girls di beberapa film komedi yang juga mengeksploitasi kecantikan dan keseksian nya.




Nama malfin mungkin hanya di saingi Inneke dan Sally marcelina kepopulerannya di tahun 90an, nama malfin menjadi jaminan produser bahasa film produksinya akan di gemari para pria penikmat sensualitas film Indonesia. Fans yang banyak membuat malfin merajai film bergenre dewasa di Tahun 90an mengikuti jejak seniornya seperti Kiki Fatmala atau Sally Marcelina.

Malfin berkarier kurang lebih selama 5 tahun, yakni sejak 1993 hingga 1997, namun selama itu malfin telah membintangi puluhan film yang semuanya merupakan film-film bertema dewasa, Karenanya, Malfin adalah salah satu aktris yang bersinar justru pada saat industri film Indonesia sedang suram.


Kini aksi malfin masih bisa di nikmati melalui channel youtube atau DVD film jadul yang masih di jual di lapak DVD di pasar tradisional. Tahun 90an memang menyisahkan cerita unik tentu bagi anda yang mengalaminya.

Fenomena Hobby Phonesex Dengan Lawan Jenis

Fenomena Hobby Phonesex Dengan Lawan Jenis

Fenomena Maraknya Phone sex Di Tahun 2000an

Tahun Dua ribuan awal adalah zaman dimana handphone baru menjadi barang yang marak di miliki orang Indonesia, handphone di gunakan tidak hanya untuk kegiatan pekerjaaan atau sehari hari, tapi juga menjadi saluran untuk pergaulan lawan jenis yang begitu mengasyikan, untuk yang hoby berburu lawan jenis untuk sekedar iseng atau niat mencari calon pasangan mereka.

Di tahun 2000an pulsa seluler masih tergolong mahal di banding jaman sekarang, dan layanan voice menjadi layanan utama di mana layanan data belum ada dan masih lemot untuk sekedar berkomunikasi, aplikasi chat pun belum marak, jadi cuma dengan voice dan SMS kah kita menggunakan perangkat ponsel kita, tidak lebih dari itu.

Sebagai anak muda yang memang haus akan rasa penasaran dan menantang membuat hobby ngobrol dengan lawan jenis begitu menyita waktu pada masa itu, di dukung oleh salah satu operator yang menggratiskan layanan voice antar operator di tengah malam, maka marak kah istilah freetalkan tengah malam yang di lakukan remaja, dan ada juga orang dewasa yang memanfaatkan free nya airt time di tengah malam untuk hal hal yang nakal sampai hal berbau seks.

Dengan mudah kita mendapatkan kenalan lawan jenis melalu media radio yang juga trend saat itu, radio menyisipkan acara untuk kita dapat mengudarakan nomor hp kita untuk mencari kenalan lawan jenis yang mempunyai hobby yang sama , ya namanya memang anak muda yang paling sedang puber pubernya tentu hobby yang berbau seks lah yang marak. Kita dengan mudah mencari teman dengan hobby nakal yang sama seperti phonesex atau SMS nakal yang bahkan ada juga sampai kenalan dengan pertemuan Kopi darat.

Jika untuk remaja yang sekedar menyalurkan kehausan akan erotisme dan kurang berminat untuk mencari partner yang serius phone sex menjadi kegiatan yang lumayan mengasyikan. Dengan tanpa malu malu mereka memadu kasih hanya via voice atau suara, yang tentu di selingi desahan nakal gak jelas dari pelakunya. Bahakan tentu saling bermasturbasi sambil mengkhayalkan adegan percintaan yang mereka ciptakan berdua.

Kegiatan nakal ini mungkin cukup menjijikan buat yang tidak pernah sama sekali melakukannya atau anti terhadap kegiatan nakal2an anak muda. Tapi menurut pelakunya hal ini cukup mengasyikan dan tidak juga berpengaruh dalam kehidupan nyata mereka, sekedar kebiasaan negatif yang meski mereka lewati dan sudahi selah cukup dewasa dan sudah berkeluarga.

Fenomena Film Panas Erotis Di Tahun 90an

Fenomena Film Panas Erotis Di Tahun 90an

Fenomena maraknya film panas di tahun 90an

Buat anak 90an nonton film di bioskop dengan ruangan bioskop yang mewah dan nyaman jarang sekali di lakukan, bioskop terbaru one yang sudah ada juga lebih banyak memutar film barat atau Mandarin, jarang banget memutar film nasional yang sedang lesu juga produksinya. Di bioskop kelas bawah yang masih banyak saat itu film Indonesia tetap eksis, selain di bioskop kelas bawah di layar tancap lah film nasional meraih penontonnya .

Di kota Depok tempat penulis menghabiskan masa remaja, masih cukup banyak bioskop kelas bawah yang masih operasional, seperti agung Thayer, Gloria theatre di Depok tengah dan timur atau juga Cimanggis dan cisalak theatre yang ada di jalan raya Bogor . Saat itu menonton film menjadi rutinitas yang sering dilakukan anak 90an, selain tempat hiburan yang murah ya bioskop itu. Selain juga menjadi alternatif menghabiskan waktu jika malas masuk sekolah atau membolos/ cabut menurut istilah anak jaman itu.

Film film yang beredar di bioskop kelas bawah ini kebanyakan menampilkan film film Indonesia kategori dewasa atau sedikit demi deh intinya, tentu menjadi rangsangan buat anak remaja umur 15 Sampe 17 untuk mendatangi bioskop, poster atau spanduk spanduk masa itupun penampilannya sangat hot, mungkin sulit di bayangkan ada di jaman sekarang ini yang serba tertutup di luarnya saja 
.

 
Artis macam Ineke Koesherawati dan Kiki Fatmala menjadi favorit remaja pria saat itu, aksinya selalu bikin cenat cenut remaja pria jika menontonnya. Kejayaan film panas di perfilman Indonesia berjaya sekitar 5tahunan, dan mampu menghidupkan bisokop bioskop kelas bawah yang hidupnya tinggal menunggu ajal saja.

Kejayaan film panas Indonesia berangsur meredup dengan. Semakin banyak bioskop yang gulung tikar, bioskop modal pas Pasan ini pun tak sanggup menjalankan operasional dengan semakin maraknya tekhnologi VCD yang mulai mengambil peran bioskop.

Bahkan di kota Depok dan sekitarnya habis sama sekali bioskop bioskop tradisional ini tak tersisa, yang awalnya sangat berjaya di era 80an dan 90an. Kini bioskop di dominasi pengusaha besar dengan modal yang tak terbatas dan juga layanan yang semakin beragam, enaknya anak 90an merasakan zaman dimana bioskop sangat dekat dengan keseharian dan juga tau dimana Indonesia pernah terjangkit film panas yang membakar gairah remaja saat itu.