Menurut Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Purwokerto Rusly Albas, cara untuk mendeteksi uang palsu adalah sebagai berikut:
Pertama,
Pertama,
uang asli berwarna terang dan jelas sehingga jika dilihat di sudut kanan bawah terdapat “optical variable ink” (OVI). Warna OVI ini akan berubah dari hijau ke magenta jika dilihat dari sudut pandang yang berbeda.
Kedua,di bagian belakang selalu terdapat benang pengaman/ benang emas yang ditanam dalam uang asli
Ketiga,
Kedua,di bagian belakang selalu terdapat benang pengaman/ benang emas yang ditanam dalam uang asli
Ketiga,
Uang asli, jika diraba di bagian angka, huruf, dan gambar pahlawan akan terasa kasar, biasanya uang palsu lebih licin. Namun, bahan kertasnya uang asli lebih halus dibanding uang palsu.
Keempat,
Keempat,
apabila diterawang, uang asli pada sebelah kanan terdapat gambar air atau “watermark” berupa wajah pahlawan, kemudian di bawah nilai nominal juga terdapat lingkaran bertuliskan Bank Indonesia.
Semoga kita menjadi lebih waspada dalam melakukan transaksi. Mungkin dalam jumlah sedikit kita tidak begitu rugi, tetapi untuk transaksi dalam jumlah yang besar, tentu kita akan merasa dirugikan.
Semoga kita menjadi lebih waspada dalam melakukan transaksi. Mungkin dalam jumlah sedikit kita tidak begitu rugi, tetapi untuk transaksi dalam jumlah yang besar, tentu kita akan merasa dirugikan.
